Finally .... takes time to write down the review, bisa jadi orang-orang udah pada ga perlu review film satu ini. Tapi boleh dong, I share my point of view from this movie.
Let's the party start ...
Seperti biasa, aku menghabiskan waktu kencan dengan nonton film-film yang lagi beredar, entah itu action, drama or komedi, tapi harus western movies (I'm not in to Indonesian movies).
Tapi untuk Terminator Salvation, aku emang udah dari dulu nunggu secara ini film terbaru dari franchise film terlaris sepanjang jaman, Terminator, Terminator 2: The Judgment Day and Terminator 3: Rise of the Machine.
Dibuka dengan setting taon sekarang, ada seorang pembunuh yang akan dihukum mati. Tiba-tiba setting berpindah ke masa depan, dengan John Connor sedang dalam misi penyelamatan. John menemukan cara baru tuk menghabisi Skynet dan menyelamatkan umat manusia, namun John perlu menemukan Kyle Reese sebelum dihabisi oleh Skynet. Karena tidak ada Kyle Reese, maka tidak ada John Connor. John dibantu oleh Marcus Wright, pembunuh yang ternyata masih hidup di masa depan, misterius emang secara dia seharusnya mati ato at least tua.
Klimaks dari film ini saat ditemukan fakta kalo Marcus adalah cyborg, keseluruhan dari dirinya adalah robot. Marcus hanya mempunyai hati manusia. Marcus memang diciptakan tuk menyusup kedalam kelompok John Connor.
Nice movie with lots of actions, tapi hal ini membuat ceritanya tidak terlalu menggigit, jadi agak sedikit kecewa. But I do enjoy the movie. Skynet hancur beserta robot2nya, John selamat dan hidup, juga dengan Kyle.
Sebagai finale of Terminator, seharusnya ada klimaks yang lebih bagus daripada kemaren. But mungkin ada terminator-terminator yang laen (hopefully not)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar